Rabu, Februari 19, 2014

#1Hari1Ayat (BerQurban)








QS.al kautsar[108]:2

Berqurban ( yang dalam istilah fiqihnya disebut udhhiyah ) adalah menyembelih binatang ternak pada hari raya Idul Adha dan hari tasryriq dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Syariat berqurban yang dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim kemudian disunnahkan oleh Rosullolah ini mengandung hikmah yaang tak terhingga,ungkapan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, membantu dan memberikan rasa senang kepada fakir miskin yang mungkin tidak pernah merasakan nikmatnya daging kambing atau sapi, juga demi menghidupkan sunnah para nabi serta masih banyak hikmah lainnya.
Oleh karena itu tidaklah menjadi sesuatu yang aneh tatkala kita suci mensyariatkan ibadah ini bahkan mewajibkan bagi yang mampu serta mengancam orang yang mampu lalu tidak berqurban untuk tidak mendekati tempat sholat Idul Adha, sebagaimana sabda Rasullolah” Barang siapa yang mempunyai keluasaan rezeki,lalu tidak berqurban, maka janganlah mendekti tempat sholat kami.” (HR.Ibnu Majah dengan sanad yang shohih)
Kita sangat gembira tatkala melihat banyaknya kaum muslimin yang menyambut panggilan mulia ini,mengorbankan sebagian harta atau hewan ternak mereka untuk Allah Ta’ala,semoga Allah menerima amal kebaikan kita dan semoga Allah menerima amal kebaikan kita dan semoga Allah menggantinya dengan yang  lebih baik didunia terutama di akhirat kelak.
Namun ada beberapa hal yang perlu kita renungkan kembali,Apakah ibadah qurban kita sudah benar-benar mendapatkan hasil yang kita inginkan?Apakah benar-benar sudah bisa mendekatkan diri kita kepda-Nya?Dari sini maka ada dua pertanyaan besar yang harus kita jawab :
 Pertama: Apakah niat kita benar- benar murni dan ikhlas hanya karena Allah semata?Kita sangat mengkhawatirkn adanya embel- embel duniawi dalam ibadah ini. Kita sangat mengawatirkan ibadah ini dilakukan hanya demi menjaga gensi,atau supaya lebih dihormati oleh masyarakatnya, atau hanya karena tendensi lainnya.
Bahkan yang sangat menyedihkan dari beberapa berita,ibadah ini dijadikan ajang kampanye untuk merebutkan sebuah kedudukan semu dialam yang fana ini,berqurban karena ingin mencalonkan diri sebagai pejabat dinegeri ini,berqurban dengan mengibarkan bendera partai ini dan itu.Kalau itu semua sampai terjadi,maka kita hanya bisa mengadukandukan nestapa kita kepada Allah atas semua kejadian ini. Padahal Allah tidaklah menginginkan dari syariat qurban ini kecuali keikhlasan dan ketaqwaan hamba-Nya. Allah berfirman :


  QS.Al Hajj [22]:37)

Kedua : Apakah berqurban kita sudah benar –benar sesuai dengan tuntunan Rosullolah?Terkadang karena terlalu semangatnya atau mungkin dengan dalih lainnya,sebagian kaum muslimin membuat tata cara berqurban yang menyelisihi aturan syar’i,Semacam iuran beberapa orang untuk berqurban seekor kambing,atau berqurban dengan binatang yang kurang umurnya atau belum tanggal gigi, bahkan ada sebagian orang yang mengajak berqurban dengan menggunakan uang lalu dibagikan kepada fakir miskin berupa uang juga dengan alasan qurban tidak harus menyembelih binatang?La haula waa quwwata illa billah....
Juga masih banyak kita saksikan berbagai pelanggaran syar’i seputar ibadah agung ini.Maka hendaknya kita bertanya kepada diri kita masing –masing, apakah ibadah qurban kita sudah benar-benar ikhlas hanya karena-Nya dan sudahkah sesuai dengan ketentuan Rasulullah? Semoga Allah selalu membimbing kita untuk meniti jalan kebenaran.








  


0 komentar:

Posting Komentar

-->