Rabu, Januari 27, 2016

Menunggu adalah ladang pahala

  Menunggu seraca harfiah adalah sikap atau perilaku dengan kondisi menetap,dengan pemikiran memiliki harapan segera menemui seseorang atau segera mendapat kabar.

  Naah menunggu itu dari segi beberpa orang memiliki pendapat yg berbeda-beda, beberapa orang mengatakan menunggu adalah hal yang sia-sia. Ada juga yg mengatakan menunggu itu melatih kesabaran serta menguji tingkat emosional pada diri. Tinggal intropeksi  kita masuk golongan yang mana atau ingin merubah masuk seperti apa.

  Sebenarnya menunggu itu hal yang baik. Karena menunggu itu adalah rangkaian dari sebuah proses. Sebab didunia ini tidak ada yang instan. Langsung seketika selesai. Perlu banyak maupun sedikit usaha agar tercipta hasil.

  Seorang ibu saja harus menunggu kurang lebih 9bulan untuk kelahiran buah hatinya datang ke dunia. Namun dalam proses mengandung tersebut seorang ibu selalu dan giat olahraga serta mengonsumsi makanan-makanan bergizi ditambah suplemen agar bayi yg dikandung itu ketika pertama kali keluar dari sang ibu terlihat sehat dan normal. Bukan hanya santai, tidur saja kerjaannya dalam menunggu sang janin keluar.

  Seperti itulah hal menunggu. Menunggu itu memilik cakupan yg banyak. Menunggu dalam hal kepastian, keberadaan dan masih banyak yang lainnya lagi. Untuk itu sebagai seorang yg berakal kita diwajibkan dalam berbagai hal untuk mengarahkan dan mengisi dengan kebaikan, salah satunya dalam perihal menunggu. Ada beberapa tips dari seorang mahasiswa tingkat akhir yg mencoba memberikan idenya agar dalam menunggu bisa bernilai kebaikan.



1. Tetapkan niat

   Dalam semua hal maupun kegiatan harus dilandasi oleh niat. Agar dalam usaha untuk mendapatkan yg kita inginkan lebih semangat serta ketika kita down kita bisa bangkit dengan mengingat kembali niat. Cobalah niatkan semua karena Allah,serahkan padanyaNya agar hati kita menjadi tenang. 

2. Selalu tenang.

   Selalu menepatkan diri dalam kondisi tenang dengan cara yg mudah dan praktis yaitu menghirup udara dengan perlahan-lahan agar jantung lebih stabil dalam berdetak. Serta carilah tempat yg cocok untuk menunggu agar tidak tegang.

3. Mengisi dengan hal baik

  Banyak hal yg bisa kita kerjakan sambil menunggu, merencanakan sesuatu hal contohnya. Apa dengan menulis sebuah puisi,cerita. Membaca buku, novel atau Al-quran itu malah lebih bermanfaat.

4. Berserah diri

   Ketika semua usaha telah kita lakukan. Berusahalah dengan berserah diri agar hati lebih tenang, pikiran tidak tegang. Toh kalau kita percaya semua telah diatur, semua sudah dijodohkan. Hal tersebut tidak akan jatuh tempat yg lain.

5. Berdoa

   Meminta kepada pencipta,Allah SWT adalah hal wajib. Sebab senjata paling ampuh didunia ialah doa. Dengan doa, semua yg diharapkan menjadi kenyataan. Hal rutin yg biasa terlupa. Makanya cobalah menata hati dalam berdoa dengan khusyuk agar doa yg kita panjatkan terkabul. Bukan hanya menjadi kembang bibir yg sering diucapakan tp lupa diniatkan.

6. Bersyukur

Apapun hasilnya dalam menunggu tersebut, cobalah syukuri. Apapun itu, walau tidak seperti harapan kita. Mungkin itu malah yg terbaik untuk kita. Siapa tau. Seperti doa yg selalu kita panjatkan. Tempatkanlah kami kedalam jalan-jalan yg lurus dan Engkau ridhoi dan berikanlah yg terbaik untuk hidup ini.


Semoga bermanfaat :)


Baca Selengkapnya

Kamis, Januari 14, 2016

2015 Setahun Tanpa Menulis

Assalamualaikum, Haai sahabatku,apa kabar?
Kata itu !!!
Tiada kata yang paling indah lagi untuk memulai suatu permulaan kembali.
Tahun 2015 setahun sudah terlewat, banyak kenangan yang tertoreh di tahun itu. Senyum, sedih, tawa, canda, takut, hampa, khuwatir, masih setia menghampiri. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT yang masih berbelas hati mengiringi langkah manusia penuh dosa ini. Tanpa rahmat, hidayah serta kasih sayangnya mungkin tak ada kata terukir kembali, tak ada seorang yang membuat history untuk hidupnya. Hanya maaf beribu maaf manusia ini masih berumuran kesalahan. Walaupun kutegakan pandangan, kubusungkan dada namun pada akhirnya masih terjatuh pada kegelapan dosa. Ampuni,sekali lagi ampuni.


2015
Hmm di tahun 2015 banyak hal yang baru yang saya jumpai, pengalaman menanjubkan. Salah satunya dipertengahan tahun, saya mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan yaitu mengarungi lautan dengan perahu kayu yang di bilang termasuk perahu kecil dengan Gross Tonnage sebesar 25. Di lautan yang ombaknya melipat-lipat, memakan segala yang didepannya, angin laut yang berhilir bagai badai semu, malam yang terasa begitu panjang, serta pernah suatu malam mengalami hujan badai, dengan kapal yang terombang-ambing entah tak bisa terpikir esok masih bisa lagi melihat sang mentari pagi. Namun hidup ini tak hanya dipenuhi kesedihan semata namun juga kegembiraan, laut  yang begitu menakutkan dan ganas meraung-raung itu ternyata melahirkan keindahan yang hanya  kata puji syukur mendalam "Subhanallah" yang bisa dikecup lewat bibir ini. Pagi hari nan sejuk mentari pagi menyapa dengan begitu hangat burung laut yang melayang - layang, ikan terbang yang meloncat - loncat dari permukaan laut yang seakan ingin berkenalan, berbincang-bincang, menyapa dengan lembut serta lumba - lumba yang menari-nari didekat kapal kami. Hati ini tak mampu tak tahu mau menanggapi rasa yang ingin disampaikan. Jantung yang seakan berhenti memompa darah. Mata yang enggan menutup untuk sedetik pun saja. Melihat keindahan yang kupikir hanya surga atau fantasi imajinasi pikiran yang punya. Aku ada disana. Aku melihat segalanya. Begitu Indah. Takjub . Ya Allah kebaikan apa yang membuat dirimu membalas dengan seperti ini. Puji syukurku tak henti-henti kuhaturkan padaNya.

2016
Taraaa :) ini awal yang baru tahun 2016 tahun perjuangan haha, banyak harapan yang disematkan ditahun ini. Study, karier, hubungan, sampai kesehatan membentuk tubuh ideal. Menulis rencana - rencana untuk diwujudkan tahun ini. Hmm teringat perkataan seorang kakek tua yang dulu menjadi tetanggaku dan beberapa hari kemarin setelah tahun baru tak tau ada angin apa beliau mengunjungi rumah. Kami sudah lama  selama 10 tahun tak bertemu. Tampak raut wajah yang semakin tua dan keriput, menyapaku dengan keras "Haii Le, engaku lupa denganku". Kami pun berbincang bincang sampai menjelang sore hari, beliau tak lama berada dirumahku. diakhir kunjungannya, kakek tua itu berbicara padaku dengan tatapan mata penuh perintah dan ancaman," Awas kalo ketemu 10 tahun lagi kamu jadi tukang becak". haha dia mungkin beranggapan aku orangnya terlalu menginginkan sesuatu hal dengan sedikit-sedikit direncanakan secara diam-diam agar terkesan tak  ada kesombongan. melihatkan siapa diri " Its Me " namun dia takut aku terbawa dengan peringaiku yang terkesan selalu pasrah dan terlihat sok masa bodo. Padahal aku itu jarang punya keinginan, tidak ambisius dan tidak punya rencana apapun untuk mendapatkannya hahaha. iyaa pak saya akan berusaha sebaik mungkin untuk hidup saya. Semoga harapanmu yang pernah engkau titipan padaku bisa saya penuhi. Doakan saya (y)





Baca Selengkapnya
-->