Selasa, Februari 18, 2014

#1Hari1Ayat (Berbuat Baik)


.
.

QS an Nisa’ (4):36)
    Islam yang penuh rohmat ini bukan hanya mengatur urusan ibadah hamba kepada penciptanya  saja,akan tetapi juga mengatur hubungan sesama hamba.
    Ketahuilah bahwa hubungan yang baik antar sesama pasti membawa ketenangan hidup dan lapang dada,begitu pula sebaliknya. Untuk itu kita harus mengetahui ilmu bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang-orang yang ada disekitar kita.
    Orang yang paling dekat dengan kita adalah kedua orang tua, kerabat, kawan, dan tetangga. Merekalah yang sering berbuat baik kepada kita. Sedangkan orang yang sangat membutuhkan kebaikan kita adalah anak yatim, fakir miskin, ibnu sabil dan budak.
MAKNA AYAT SECARA UMUM
   Berkata Ibnu Rojab “ Allah mengumpulkan dalam ayat ini antara haq Allah atas hamba-Nya dan haq sesama hamba. Allah memerintah manusia agar berbuat  baik sesama manusia.yaitu :

1.Orang yang ada hubungan kerabat
Adapun disebut  secara khusus ialah kedua orang tua,karena mereka mempunyai andil dalam hadirnya kita didunia ini dan karena mereka berdua yang mempunyai hak mendidik.
2.Orang yang lemah yang butuh bantuan
Ini ada dua macam yaitu anak yatim dan orang yang butuh dibantu karena sedikit harta dan itu orang miskin.

3.Orang yang punya hak karena dekatnya dan sering bergaul dengannya, dan ini ada tiga macam : (a) tetangga yang ada hubungannya dengan kerabat. (b) Teman berpergian.(c) Teman yang bukan kerabat.

4.Ibnu sabil, yaitu orang yang berpergian  yang sudah keluar dari negerinya atau daerahnya.

5. Budak atau Pembantu


MAKNA BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA,KERABAT, ANAK YATIM,IBNU SABIL, BUDAK.
   Janganlah kita salah dalam mengartikan berbuat baik, sehingga yang baik dianggap buruk dan yang buruk dianggap baik. Kita perlu panduan ilmu dan keterangan ulama Sunnah dalam memahami berbuat baik kepada orang –orang seharusnya kita berbut baik kepadanya.
  •   Berbuat baik kepada kedua orang tua
Hendaknya berbuat baik kepada kedua orang tua,berbuat baiklah kepada mereka dengan perkataan yang mulia,bicara yang lembut,perbuatan yang indah,mentaati perintahnya yang baik, dan menjauhi larangannya,memuliakan temannya dan menyambung kekeluargaan dengannya yang mana kamu tidaklah mendapatkan rohmat melainkan karena keduanya
  •  Berbuat bik kepada kerabat
Ayat di atas ada pembahasan karib – kerabat adapun maknanya:” Keturunan dari Bapak dan Ibu, Istri dan kerabatnya, anak ke bawah dan lainnya. Makna ...dan yang ada hubungan dengan kerabat...kamu harus berbuat bik pula,ini mencakup semua kerabat, dekat maupun jauh. Berbuat baiklah kepada mereka dengan perkataan dan perbuatan dan jangan diputus  hubungan rohimnya dengan perkataan atau perbuatan.
  •   Berbuat baik kepada anak yatim
Yatim ialah anak yang ditinggal mati ayahnya dan dia belum baligh.(Tafsir Izuddin bin Abdil Salam as-sulami as –ad Damasyi Syafi’i, hlm.105)
Anak yatim punya hak dari kaum muslimin, baik ada hubungan kerabat atau orang lain, dengan menanggung kebutuhan mereka,berbuat baik kepada mereka, menolak hal yang mengganggunya, mengajar dan mendidiknya baik dalam urusan dunia maupun agamanya.
  •   Berbuat baik kepada fakir miskin
Orang miskin ialah orang yang senantiasa kekurangan biaya hidupnya. .(Tafsir Izuddin bin Abdil Salam as-sulami as –ad Damasyi Syafi’i, hlm.105)
Maka Allah memerintahkan agar kita menutup kekurangannya,membantu kebutuhannya,menganjurkan adany
a orang yang membantunya, dan berusaha untuk membantunya.
  •   Berbuat baik kepada ibnu sabil
Ibnu sabil ialah orang yang pergi yang telah keluar dari daerahnya yang kehabisan bekal dan juga tamu.(Tafsir Izuddin bin Abdil Salam as-sulami as –ad Damasyi Syafi’i, hlm.105)
Dia punya hak dari kaum muslimin, karena dia sangat membutuhkannya sebab ia bukan tinggal di negeri nya. Cara berbuat baiklah dengan membantu apa yang menjadi kebutuhannya atau sebagian kebutuhannya,dengan memuliakannya dan berlaku lembut kepadanya.
  •   Berbuat baik kepada hamba sahaya
Syaikh Abdurrohman bin Nasir bin as-Sa’di berkata makna hamba sahaya “ Yang kamu miliki berupa anak adam atau binatang.Yaitu dengan memenuhi kebutuhannya,tidak membebani yang bukan kemampuannya,dan membantunya bila menyuruh mereka serta mendidiknya dengan baik.(Tafsir al-Karimur Rohman 1/379) 



0 komentar:

Posting Komentar

-->